KONTRIBUSI BAGI INDONESIACitra Anggita – Doctoral ProgramIndonesia mer terjemahan - KONTRIBUSI BAGI INDONESIACitra Anggita – Doctoral ProgramIndonesia mer Inggris Bagaimana mengatakan

KONTRIBUSI BAGI INDONESIACitra Angg

KONTRIBUSI BAGI INDONESIA

Citra Anggita – Doctoral Program



Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang sangat luas, mencakup daratan dan lautan. Luas wilayah daratan Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang jumlahnya mencapai 17.504 pulau (data BPS, 2015). Perbatasan laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, sedangkan untuk wilayah darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, yakni Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste dengan panjang garis perbatasan darat secara keseluruhan adalah 2914,1 km.

Pengembangan kota-kota pada kawasan perbatasan negara – baik yang berada di mainland ataupun di pulau-pulau kecil – sebagai pusat-pusat pertumbuhan wilayah dan beranda depan negara (frontier region) pada saat ini masih jauh dari harapan. Ketertinggalan, keterisolasian dan keterbatasan aksesibilitas, serta keterbatasan pelayanan merupakan kondisi yang tipikal terjadi. Selama puluhan tahun Indonesia merdeka, kondisi wilayah perbatasan yang semestinya merupakan gerbang Negara masih jauh dari kondisi yang ideal. Tingkat kemiskinan yang tinggi, kualitas pendidikan dan kesehatan yang masih rendah merupakan masalah utama yang dihadapi.

Pembangunan wilayah perbatasan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan misi pembangunan nasional, terutama untuk menjamin keutuhan dan kedaulatan wilayah, pertahanan keamanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah perbatasan. Pendekatan pembangunan wilayah Perbatasan Negara saat ini adalah dengan menggunakan pendekatan kesejahteraan dengan tidak meninggalkan pendekatan keamanan.

Salah satu kontribusi saya bagi upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di wilayah perbatasan yaitu sebagai seorang peneliti junior di Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah (Puslitbangwil) Universitas Mulawarman. Saya banyak ikut terjun dalam beberapa kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Timur (dan kemudian Kalimantan Utara). Penelitian yang telah dilakukan yaitu tentang pengembangan wilayah beberapa kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu di Kalimantan Timur dan Kabupaten Malinau serta Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara, mengidentifikasi potensi yang dimiliki tiap daerah dan kemudian merumuskan kebijakan yang dapat dilakukan dalam upaya peningkatan potensi tersebut. Penelitian-penelitian yang dilakukan bekerjasama dengan pihak pemerintah, baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi, sehingga hasil penelitian dapat dijadikan dasar oleh pemerintah daerah untuk pengambilan kebijakan.

Melakukan penelitian di daerah pedalaman, tertinggal dan terisolir seperti di daerah perbatasan ini tidaklah mudah, dengan medan yang sangat sulit, kondisi yang tidak layak namun hal ini harus dilakukan demi peningkatan kesejahteraan penduduk perbatasan. Istilah blusukan pun dilakukan, mendengarkan keluhan masyarakat dan melihat langsung dilapangan apa yang dibutuhkan masyarakat, apakah kebijakan pemerintah yang telah diberikan memberikan manfaat kepada masyarakat ataukah ada kesenjangan dalam penerapan kebijakan. Selain mengambil data di wilayah perbatasan, kamipun banyak berdiskusi dengan para pemimpin daerah agar mengetahui hambatan apa yang terjadi ketika penerapan kebijakan dan lainnya.

Penelitian terakhir yang kami lakukan sebagai tim di puslitbangwil adalah ketika merumuskan masterplan kebinamargaan wilayah Perbatasan di Kalimantan Utara, masterplan ini dibuat agar pemerintah Kalimantan Utara memiliki cetak biru rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan provinsi Kalimantan Utara. Dengan mengetahui potensi-potensi ekonomi, sosial dan budaya yang ada di wilayah perbatasan maka kita dapat merencanakan wilayah-wilayah mana yang di prioritaskan untuk dibuka akses jalannya. Karena pembangunan suatu wilayah akan berkembang dengan cepat jika infrastrukturnya baik. selama ini pembangunan wilayah perbatasan terhambat akibat sulitnya menjangkau daerah-daerah perbatasan yang membuat daerah tersebut menjadi terisolir dan tertinggal.

Selama kurang lebih 4 tahun menjadi peneliti junior di Puslitbangwil, melakukan penelitian ke beberapa wilayah perbatasan saya melihat bahwa potensi wilayah perbatasan sangatlah besar, kearifan lokal mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan sangatlah kuat namun karena terhambatnya infrastruktur sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses pendidikan, kesehatan dan pendistribusian hasil pertanian dan perkebunan membuat mereka sulit meningkatkan taraf hidupnya.

Atas dasar itu, saya melihat bahwa kesejahteraan masyarakat wilayah perbatasan yang ada di pedalaman, tersiolir dan tertinggal dapat ditingkatkan melalui upaya pembangunan dibidang pariwisata dengan berpegang pada kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. Dengan pembangunan di bidang pariwisata maka potensi wilayah akan dapat langsung di optimalkan oleh masyarakat setempat dan mereka yang akan dapat langsung menerima manfaatnya. Selain dapat meningkatk
0/5000
Dari: -
Ke: -
Hasil (Inggris) 1: [Salinan]
Disalin!
CONTRIBUTION FOR INDONESIAAnggita Imagery – Doctoral ProgramsIndonesia is a country that has a very broad region, covering land and sea. Indonesia's land area consists of Islands accounted 17,504 Island (BPS data, 2015). The border sea borders with Indonesia 10 countries, while for the region of Indonesia, bordering three countries, namely Malaysia, Papua New Guinea, and Timor-Leste's land border line length overall is 2914.1 km. The development of cities in the region borders – neither of which are in mainland or smaller islands – as centres of growth in the region and the home country (frontier regions) at the moment still far from expectations. Failed, keterisolasian and limitations of accessibility, as well as the limitations of the service is a condition that typically occurs. For decades Indonesia merdeka, the condition of proper border region is the gateway of the country is still far from ideal conditions. High poverty levels, the quality of education and health are still low is the main issue at hand. Development of the border region have a very tight linkages with national development missions, especially to guarantee the integrity and sovereignty of the territory, the defense of national security, as well as improving the welfare of the people in the border region. Approach to development of border regions of the country currently is to use the approach to welfare by not leaving a security approach.One of my contribution to efforts to enhance the prosperity and development in the border region as a junior researcher at the Centre for research and development of the region (Puslitbangwil) University of Mulawarman. I entered the tag along many activities aimed at improving the welfare and development in the border region of East Kalimantan province (and then North Borneo). Research has been done that is about the development of the region some Mahakam Ulu Regency in East Kalimantan and Nunukan Regency Malinau Regency in North Borneo, identify the potential of each region and then formulate policies that can be done in an attempt to increase the potential. Research-research conducted in cooperation with the Government, both the provincial or district level, so that research results can be relied upon by the local government for the policy. Melakukan penelitian di daerah pedalaman, tertinggal dan terisolir seperti di daerah perbatasan ini tidaklah mudah, dengan medan yang sangat sulit, kondisi yang tidak layak namun hal ini harus dilakukan demi peningkatan kesejahteraan penduduk perbatasan. Istilah blusukan pun dilakukan, mendengarkan keluhan masyarakat dan melihat langsung dilapangan apa yang dibutuhkan masyarakat, apakah kebijakan pemerintah yang telah diberikan memberikan manfaat kepada masyarakat ataukah ada kesenjangan dalam penerapan kebijakan. Selain mengambil data di wilayah perbatasan, kamipun banyak berdiskusi dengan para pemimpin daerah agar mengetahui hambatan apa yang terjadi ketika penerapan kebijakan dan lainnya.Penelitian terakhir yang kami lakukan sebagai tim di puslitbangwil adalah ketika merumuskan masterplan kebinamargaan wilayah Perbatasan di Kalimantan Utara, masterplan ini dibuat agar pemerintah Kalimantan Utara memiliki cetak biru rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan provinsi Kalimantan Utara. Dengan mengetahui potensi-potensi ekonomi, sosial dan budaya yang ada di wilayah perbatasan maka kita dapat merencanakan wilayah-wilayah mana yang di prioritaskan untuk dibuka akses jalannya. Karena pembangunan suatu wilayah akan berkembang dengan cepat jika infrastrukturnya baik. selama ini pembangunan wilayah perbatasan terhambat akibat sulitnya menjangkau daerah-daerah perbatasan yang membuat daerah tersebut menjadi terisolir dan tertinggal.Selama kurang lebih 4 tahun menjadi peneliti junior di Puslitbangwil, melakukan penelitian ke beberapa wilayah perbatasan saya melihat bahwa potensi wilayah perbatasan sangatlah besar, kearifan lokal mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan sangatlah kuat namun karena terhambatnya infrastruktur sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses pendidikan, kesehatan dan pendistribusian hasil pertanian dan perkebunan membuat mereka sulit meningkatkan taraf hidupnya. Atas dasar itu, saya melihat bahwa kesejahteraan masyarakat wilayah perbatasan yang ada di pedalaman, tersiolir dan tertinggal dapat ditingkatkan melalui upaya pembangunan dibidang pariwisata dengan berpegang pada kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. Dengan pembangunan di bidang pariwisata maka potensi wilayah akan dapat langsung di optimalkan oleh masyarakat setempat dan mereka yang akan dapat langsung menerima manfaatnya. Selain dapat meningkatk
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
 
Bahasa lainnya
Dukungan alat penerjemahan: Afrikans, Albania, Amhara, Arab, Armenia, Azerbaijan, Bahasa Indonesia, Basque, Belanda, Belarussia, Bengali, Bosnia, Bulgaria, Burma, Cebuano, Ceko, Chichewa, China, Cina Tradisional, Denmark, Deteksi bahasa, Esperanto, Estonia, Farsi, Finlandia, Frisia, Gaelig, Gaelik Skotlandia, Galisia, Georgia, Gujarati, Hausa, Hawaii, Hindi, Hmong, Ibrani, Igbo, Inggris, Islan, Italia, Jawa, Jepang, Jerman, Kannada, Katala, Kazak, Khmer, Kinyarwanda, Kirghiz, Klingon, Korea, Korsika, Kreol Haiti, Kroat, Kurdi, Laos, Latin, Latvia, Lituania, Luksemburg, Magyar, Makedonia, Malagasi, Malayalam, Malta, Maori, Marathi, Melayu, Mongol, Nepal, Norsk, Odia (Oriya), Pashto, Polandia, Portugis, Prancis, Punjabi, Rumania, Rusia, Samoa, Serb, Sesotho, Shona, Sindhi, Sinhala, Slovakia, Slovenia, Somali, Spanyol, Sunda, Swahili, Swensk, Tagalog, Tajik, Tamil, Tatar, Telugu, Thai, Turki, Turkmen, Ukraina, Urdu, Uyghur, Uzbek, Vietnam, Wales, Xhosa, Yiddi, Yoruba, Yunani, Zulu, Bahasa terjemahan.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: