g. Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan UmumPengamatan Sistem Manajemen Keselamatan pada angkutan umum diperlukan untuk mengetahui kondisi terkait keselamatan objek angkutan umum yang diamati, kemudian dilakukan analisa berapa besar pemenuhan sistem manajemen keselamatanya. Pada penyusunan profil ini hanya ditampilkan contoh pengamatan SMK pada BRT Transmusi Kota Palembang.2. Pilar II Aspek Jalan BerkeselamatanDalam mengetahui kondisi aspek jalan dilakukan Laik Fungsi Jalan (LFJ), berikut ini hasil LFJ yang dilakukan pada 12 ruas jalan:Dari tabel di atas dilihat tiap ruas memiliki jumlah laik fungsi jalan yang berbeda dengan kategori yang sama. Penilaian kategori tersebut dilakukan dengan penilaian interval nilai yaitu sebagai berikut: Nilai 0%-30% : Tidak Laik (TL) Nilai 30%-95% :Laik Fungsi Bersyarat (LS) Nilai 95%-100% : Laik Fungsi (LF) Pembagian penilaian tersebut dilakukan untuk mempermudah penilaian. Sehingga tiap ruas jalanpun akan terlihat seberapa besar nilai yang dicapai dan seberapa kecilkan perolehan dari tiap aspek penilaiannya. Untuk itulah dilakukan perankingan berdasarkan ruas jalan yang paling laik sampai ruas jalan yang memiliki nilai aik fungsi jalan paling rendah, yaitu sebagai berikut:
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
