penelitian ini berawal dari pemikiran bahwa prestasi belajar tidak akan lahir dengan sendirinya, melainkan ada dorongan langsung dari guru yang ada di sekolah. oleh karena itu, hipotesis yang diajukan sebagai berikut: "semakin positif perstasi siswa terhadap penggunaan metode ceramah dan metode diskusi diduga semakin positif mengikuti belajar sejarah kebudayaan islam atau sebaliknya semakin rendah perstasi siswa terhadap penggunaan metode ceramah dan metode diskusi diduga semakin rendah juga prestasi mereka mengikuti belajar pendidikan agama islam".