Sejatinya, al-Quran telah menjadi inspirasi dalam pencarian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Buktinya, muncul karya-karya besar dari para pemikir Muslim seperti Ibnu Sina, Nasiruddin Tusi dan lainnya yang terinspirasi dari al-Quran dan spirit Islam. Tapi, kita tidak pernah menemukan bukti bahwa para ilmuwan cum ulama seperti Nasiruddin Tusi menyusun karyanya di berbagai bidang disiplin ilmu, terutama matermatika dan astronomi dengan “cocokologi” al-Quran. Ketika Al-Tusi menemukan konstruksi geometris untuk astronomi, yang dikenal di Barat sebagai “Tusi Couple”, ia mengujinya dengan kaidah-kaidah matematika dan astronomi, bukan dengan mengutak-atik ayat-ayat al-Quran. Tapi, amat disayangkan, kini sebagian orang justru mencampurkan keduanya yang menyebabkan terjadinya Cherry Picking!
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
