Sesungguhnya kejadian sebagaimana tersebut di atas, banyak menimpa para pasangan suami istri pada rumah tangga. Biasa pada ibu-ibu muda yang masih baru memasuki usia perkawinan. Gejala perasaan nyeri pada alat kelamin ketika berhubungan suami-istri oleh para ahli disebut gejala dispareunia. Sesungguhnya gejala ini bisa dialami semua pihak, baik wanita maupun pria.Rasa nyeri genital rekuren atau persisten yang berhubungan dengan hubungan seksual baik laki-laki atau perempuan memiliki efek psikhologis bagi penderita. Gangguan yang umum terjadi adalah menyebabkan penderitaan yang ditandai dengan adanya kesulitan interpersonal. Perasaan ounder estimate pada diri sendiri bisa saja memicu munculnya persoalan lain yang tidak diharapkan.Kejujuran atau keterbukaan dalam kaitannya hubungan seksual memang sangat diperlukan dalam mengatasi persoalan ini. Jika saja mau berterusterang, pengalaman malam pertama masa lalu ketika hubungan suami-istri dilakukan, terjadi kontaks seksual. Ketika itu, kebiasaan yang terjadi masing-masing memiliki ego emosi yang berbeda frekuensinya. Umumnya, pihak laki-laki lebih bersemangat untuk segera melakukan penetrasi Mr. P nya ke lobang liang sanggama sang istri. Maka, tidak jarang laki-laki pada malam pertama melakukan hubungan seksual mengalami ejakulasi dini. Klepek. Letoy. Dilain pihak, sang istri usai melakukan aktifitas seksual mendengus kecapaian sambil menekuk tubuhnya di pembaringan menahan sisa kesakitan pada alat genitalnya. Jika demikian, persolan rasa nyeri atau sakit pada alat genital setiap kali melakukan aktifitas seksual hingga kini terjadi dapat dikatakan karena pengalaman masa lalu pada malam pertama yang kurang sukses saja.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
