ABSTRAKRetardasi mental merupakan suatu penurunan fungsi intelektual m terjemahan - ABSTRAKRetardasi mental merupakan suatu penurunan fungsi intelektual m Inggris Bagaimana mengatakan

ABSTRAKRetardasi mental merupakan s

ABSTRAK
Retardasi mental merupakan suatu penurunan fungsi intelektual menyeluruh yang terjadi pada masa perkembangan. Retardasi mental ditandai dengan nilai intellegence quotient (IQ) < 70. Retardasi mental menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi secara normal. Hal tersebut membuat keterlambatan perkembangan, salah satunya motorik halus. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kegiatan origami terhadap kemampuan motorik halus pada anak dengan gangguan retardasi mental.
Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan pre-post test randomized control trial. Sampel berjumlah 33 orang yang dibagi menjadi kelompok kontrol (16 anak) dan kelompok perlakuan (17 anak). Pada kelompok perlakuan ditugaskan untuk melakukan kegiatan origami selama 60 menit dikali 14 pertemuan.
Hasil uji wilcoxon signed ranks data pretest dan posttest kelompok kontrol menunjukkan p = 0,157 (p > 0,05) pada kemampuan melipat dan p = 0,317 (p > 0,05) pada kemampuan menggunting, menunjukkan tidak ada perbedan yang signifikan. Uji wilcoxon signed ranks data pretest dan posttest kelompok perlakuan menunjukkan p = 0,001 (p < 0,05) pada kemampuan melipat dan p = 0,004 (p < 0,05) pada kemampuan menggunting, menunjukkan adanya perbedan yang signifikan kemampuan motorik halus sebelum dan sesudah intervensi.
Kesimpulan penelitian kegiatan origami berpengaruh meningkatkan kemampuan motorik halus penderita retardasi mental.
Kata Kunci : Kemampuan Motorik Halus, Origami, Retardasi Mental
0/5000
Dari: -
Ke: -
Hasil (Inggris) 1: [Salinan]
Disalin!
ABSTRAKRetardasi mental merupakan suatu penurunan fungsi intelektual menyeluruh yang terjadi pada masa perkembangan. Retardasi mental ditandai dengan nilai intellegence quotient (IQ) < 70. Retardasi mental menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi secara normal. Hal tersebut membuat keterlambatan perkembangan, salah satunya motorik halus. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kegiatan origami terhadap kemampuan motorik halus pada anak dengan gangguan retardasi mental. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan pre-post test randomized control trial. Sampel berjumlah 33 orang yang dibagi menjadi kelompok kontrol (16 anak) dan kelompok perlakuan (17 anak). Pada kelompok perlakuan ditugaskan untuk melakukan kegiatan origami selama 60 menit dikali 14 pertemuan. Hasil uji wilcoxon signed ranks data pretest dan posttest kelompok kontrol menunjukkan p = 0,157 (p > 0,05) pada kemampuan melipat dan p = 0,317 (p > 0,05) pada kemampuan menggunting, menunjukkan tidak ada perbedan yang signifikan. Uji wilcoxon signed ranks data pretest dan posttest kelompok perlakuan menunjukkan p = 0,001 (p < 0,05) pada kemampuan melipat dan p = 0,004 (p < 0,05) pada kemampuan menggunting, menunjukkan adanya perbedan yang signifikan kemampuan motorik halus sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian kegiatan origami berpengaruh meningkatkan kemampuan motorik halus penderita retardasi mental.Kata Kunci : Kemampuan Motorik Halus, Origami, Retardasi Mental
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
Hasil (Inggris) 2:[Salinan]
Disalin!
ABSTRACT
Mental retardation is a decline in overall intellectual function that occur during development. Mental retardation is characterized by Intellegence value quotient (IQ) <70. Mental retardation causes inability of the individual to learn and adapt normally. This makes developmental delays, one fine motor. This study aims to determine the role of origami activity against fine motor skills in children with mental retardation disorders.
This experimental research design was pre-post test randomized control trial. Samples numbered 33 people were divided into a control group (16 children) and the treatment group (17 children). In the treatment group assigned to perform origami activity for 60 minutes multiplied by 14 meetings.
The result of Wilcoxon signed ranks test data is pretest and posttest control group showed p = 0.157 (p> 0.05) on the ability to fold and p = 0.317 (p> 0.05 ) the ability to cut, showed no significantly different. Wilcoxon signed ranks test pretest and posttest data is treated group showed p = 0.001 (p <0.05) on the ability to fold and p = 0.004 (p <0.05) in cutting ability, showed significantly different fine motor skills before and after intervention.
In conclusion origami activities increased the fine motor skills of patients with mental retardation.
Keywords: fine motor ability, origami, mental retardation
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
 
Bahasa lainnya
Dukungan alat penerjemahan: Afrikans, Albania, Amhara, Arab, Armenia, Azerbaijan, Bahasa Indonesia, Basque, Belanda, Belarussia, Bengali, Bosnia, Bulgaria, Burma, Cebuano, Ceko, Chichewa, China, Cina Tradisional, Denmark, Deteksi bahasa, Esperanto, Estonia, Farsi, Finlandia, Frisia, Gaelig, Gaelik Skotlandia, Galisia, Georgia, Gujarati, Hausa, Hawaii, Hindi, Hmong, Ibrani, Igbo, Inggris, Islan, Italia, Jawa, Jepang, Jerman, Kannada, Katala, Kazak, Khmer, Kinyarwanda, Kirghiz, Klingon, Korea, Korsika, Kreol Haiti, Kroat, Kurdi, Laos, Latin, Latvia, Lituania, Luksemburg, Magyar, Makedonia, Malagasi, Malayalam, Malta, Maori, Marathi, Melayu, Mongol, Nepal, Norsk, Odia (Oriya), Pashto, Polandia, Portugis, Prancis, Punjabi, Rumania, Rusia, Samoa, Serb, Sesotho, Shona, Sindhi, Sinhala, Slovakia, Slovenia, Somali, Spanyol, Sunda, Swahili, Swensk, Tagalog, Tajik, Tamil, Tatar, Telugu, Thai, Turki, Turkmen, Ukraina, Urdu, Uyghur, Uzbek, Vietnam, Wales, Xhosa, Yiddi, Yoruba, Yunani, Zulu, Bahasa terjemahan.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: