2. Komunikasi langsung tanpa tatap muka, seperti komunikasi dengan menggunakan media telepon ataupun sms. Metode ini menjadi semakin penting mengingat keterbatasan waktu dan jumlah SDM pendamping yang tidak memungkinkan untuk standby di setiap lokasi yang didampingi, terutama untuk mempercepat pengambilan langkah tindak lanjut dan solusi terhadap permasalahan dan kendala yang ditemui petani dalam penerapan inovasi teknologi di lapangan.
3. Komunikasi tidak langsung melalui media cetak dalam bentuk leaflet dan atau brosur serta media informasi pada saat pameran teknologi dalam Gelar Teknologi/temu lapang seperti poster, panen dll.
4. Peragaan Teknologi, melalui keragaan tanaman pada demo-farm teknologi PTT, keragaan VUB pada uji adaptasi, keragaan tanaman pada petak LL, peragaan teknologi dan tool spesifik lokasi saat pelatihan teknis.