Karakter Mandiri Subjek Penelitian Pada pembelajaran yang menggunakan model CPS pendekatan realistik berbantuan Edmodo dan pada pembelajaran yang menggunakan model CPS pendekatan realistik siswa dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok atas, kelompok tengah dan kelompok bawah pada masing-masing kelas untuk dilakukan observasi dan wawancara. Kelompok atas merupakan siswa yang memiliki nilai tertinggi, kelompok tengah merupakan siswa yang memiliki nilai sedang, dan kelompok bawah merupakan siswa yang memiliki nilai terendah. Siswa yang menjadi subjek penelitian pada pembelajaran CPS pendekatan realistik berbantuan Edmodo dalam penelitian ini disebut dengan kode yaitu S-16, S-18, S-11, S-30, S-01, dan S-12 dan Siswa yang menjadi subjek penelitian pada pembelajaran CPS pendekatan realistik disebut dengan kode yaitu S-18, S-05, S-31, S-02, S-11, dan S-21. Masing-masing subjek penelitian memiliki tingkat karakter mandiri yang berbeda. Indikator karakter mandiri sebagaimana yang dirumuskan oleh Hidayati & Listyani (2010) yaitu (1) berperilaku berdasarkan inisiatif sendiri; (2) memiliki kepercayaan diri; (3) ketidakbergantungan pada orang lain; (4) disiplin; (5) tanggungjawab; (6) melakukan kontrol diri, digunakan sebagai dasar penentuan indikator dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil tiangulasi dari lembar observasi dan wawancara terhadap subjek penelitian, diperoleh hasil bahwa subjek yang mewakili kelompok atas pada kedua kelas eskperimen yaitu S-16, S-18, S-18, dan S-05 sudah memenuhi semua indikator karakter mandiri. Subjek penelitian yang mewakili kelompok tengah pada kedua kelas eksperimen yaitu S-11, S-31, S-31, dan S-02 hanya memenuhi 3-4 indikator karakter mandiri dari 6 indikator karakter mandiri yang digunakan dalam penelitian ini. Serta subjek penelitian yang mewakili kelompok bawah pada kedua kelas eksperimen yaitu S-01, S-12, S-11, dan S-21 hanya memenuhi 1-2 indikator karakter mandiri dari 6 indikator karakter mandiri yang digunakan dalam penelitian ini. Pada pembelajaran model CPS pendekatan realistik berbantuan Edmodo dan pembelajaran model CPS pendekatan realistik, secara umum keenam subjek penelitian mengalami perubahan perilaku dengan peningkatan yang berbeda-beda pada setiap pertemuan. Dengan peningkatan karakter mandiri memiliki kecenderungan perubahan perilaku subjek penelitian menjadi lebih baik sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran CPS pendekatan realistik berbantuan Edmodo dan model pembelajaran CPS pendekatan realistik dapat mengembangkan karakter mandiri siswa. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan sikap dan tingkah laku kedua belas subjek penelitian pada masing-masing kelas eksperimen yang semakin meningkat dari setiap pertemuan. Model CPS pendekatan realistik berbantuan Edmodo dan model pembelajaran CPS pendekatan realistik yang diterapkan memiliki proses-proses yang memungkinkan siswa merubah perilaku dan sikapnya sehingga mencerminkan karakter mandiri. Kemampuan Literasi Matematika Subjek PenelitianSetelah dilaksanakan tes kemampuan literasi matematika pada pembelajaran model CPS pendekatan realistik berbantuan Edmodo dan pada pembelajaran model CPS pendekatan realistik, diperoleh tiga kelompok siswa, yaitu kelompok atas, kelompok tengah, dan kelompok bawah. Berdasarkan hasil triangulasi dari lembar observasi dan wawancara terhadap subjek penelitian, diperoleh hasil bahwa subjek yang mewakili kelompok atas pada kedua kelas eskperimen yaitu S-16, S-18, S-18, dan S-05 telah memenuhi semua indikator kemampuan literasi matematika. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelompok atas memiliki kemampuan literasi matematika baik. Hal ini ditunjukkan dengan terpenuhinya semua indikator kemampuan proses dalam literasi matematika yaitu meliputi, communication, mathematizing, representation, reasoning and argument, devising strategies for soving problem, using symbol, dan using tools. Subjek S-16 dan S-18 lancar dalam menyelesaikan soal dengan langkah yang runtut dan jelas serta menyelesaikan soal dengan perhitungan yang tepat, dan dapat menyimpulkan jawabannya. Kedua subjek tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan soal setipe PISA. Hal ini dapat terjadi, karena dengan pembelajaran CPS pendekatan realistik berbantuan Edmodo, siswa terbiasa mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat menyelesaikan soal bertipe PISA. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Istiandaru (2014) yang menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik dapat membantu siswa dalam menyadari kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini hasil tes kemampuan literasi matematika S-16 yang mewaliki subjek kelompok atas.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
