Margowangsan berasal dari kata Margo (Jalan) dan Wongso (Ular). Konon Legenda rakyat terjadi jauh sebelum kemerdekaan Kayangan Akses Antar pedukuhan dari Dukuh Kebokuning dan Kawasan Lor Mangu masih menggunakan Jalan Setapak melewati Sebelah barat pedukuhan melintasi Kali Krasak yang dihubungkan dengan Jembatan Bambu. Lalu lintas manusia dan hewan Dagangan dari dan ke Kota Muntilan melewati jalan ini. Diceriterakan bahwa lalulintas Perdagangan ternak besar dan hasil bumi yang melintasi lokasi ini sudah Ramai sehingga Sering terjadi pengguna jalan kemalaman sampai di lokasi ini. Miturut beberapa orang yang pernah melihat penampakannya, di tempat itu tampak seekor ular raksasa (jadi-jadian) yang membentang dengan ekornya di ujung Jembatan Sebelah utara Kali Krasak dan kepalanya berada di ujung pedukuhan di Sebelah selatan Kali. Kalau diukur kurang luwih Sepanjang 30 M. Penampakan Ular raksasa Sering terjadi pada malam Jum'at Kliwon, sehingga menjadi patokan umum bilamana malam Jum'at Kliwon akan melintasi Jembatan tersebut, Maka yang bersangkutan mengurungkan niatnya menunggu pagi hari, sanadyan selama itu BELUM pernah terdengar Berita orang dimakan ular.
Memperhatikan Kejadian yang sering dialami oleh Masyarakat pengguna jalan, sehingga Pinisepuh Pedukuhan memberi nama "Margowangsan". Oleh karena terlalu panjang menyebutnya, Maka orang Awam menyebut "Gangsan".
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
