“Di mana dia sekarang, Mbah Atmo?” Tanya Pak Dukuh lagi.“War…Warjono t terjemahan - “Di mana dia sekarang, Mbah Atmo?” Tanya Pak Dukuh lagi.“War…Warjono t Inggris Bagaimana mengatakan

“Di mana dia sekarang, Mbah Atmo?”

“Di mana dia sekarang, Mbah Atmo?” Tanya Pak Dukuh lagi.
“War…Warjono tidak ada disini sekarang, Pak Dukuh.”
“Heiss jangan bohong sampean, Mbah!”
“Saestu, Pak!”
“Tiap hari dia main disini, kan?”
“Benar, Pak Dukuh. Lha wong dia sudah tidak punya rumah. Tapi sungguh, saat ini Warjono tidak ada. Mungkin lagi main,”jelas Mbah Atmo.
“Dia kalau main ke mana Mbah?” Pak Dukuh terus menyelidik. Tampaknya dia sangat berambisi menangkap Warjono
** Pak Dukuh dan beberapa orang itu segera mencari tempat duduk yang dirasa nyaman untuk menunggu kedatangan maling cilik itu.**

“Biasanya kalau tidak ke pasar, ya ke cempluk-cempluk.”
Pak Dukuh yang cukup disegani warganya membalikkan badan.
“Topo, Wiyono, sama Jauri, cari Warjono di cempluk. Saya dan yang lain menunggu disini!”perintah Pak Dukuh. Pak Dukuh dan beberapa orang itu segera mencari tempat duduk yang dirasa nyaman untuk menunggu kedatangan maling cilik itu.
Tampaknya, hari itu Pak Dukuh bernasib baik karena tak lama berselang, terdengarlah Topo dan Jauri berteriak-teriak menyebut-nyebut nama Warjono. Rupanya mereka telah menemukan Warjono.
“Pak Dukuh! Pak Dukuh!’’ teriak mereka terengah-engah.
“Ono opo? Kalian kok berteriak-teriak begitu?” Tanya Pak Dukuh.
“Warjono, Pak Dukuh! Warjono!”
“Warjono kenapa?”
“Kami melihat Warjono sedang di telaga!” lapor Topo.
“Bener kamu melihat Warjono di telaga?” Tanya Pak Dukuh memastikan berita yang dibawa kedua orang itu.
“Betul, Pak Dukuh. Kami melihatnya sedang memancing,” jawab Jauri mendukung Topo.
“Ya sudah, kalau begitu. Sedulur kabeh, ayo sekarang kita ke telaga!”
Warjono tengah memancing ikan mujair dan ikan lele di genangan air deket telaga. Bukan di telaga karena disana dilaran untuk memancing. Hanya sebuah genangan air di sebuah tegalan yang mendapat pasokan ikan dari luapan air telaga.
“Itu dia orangnya Pak Dukuh!” teriak Topo menunjuk-nunjuk Warjono
Setelah memastikan jika anak kecil yang sedang asyik memancing itu adalah Warjono, Pak Dukuh segera memberi perintah untuk menangkapnya.
“Tangkap! Cepat tangkap bocah itu!”
Orang-orang itu secara serentak segera memburu Warjono. Bocah itu terhenyak dengan hadapan didepannya, lima puluhan meter dari tempat duduknya. Mendapati orang-orang yang berlari kencang ke arahnya, Warjono menjadi panic. Orang-orang itu pasti akan menangkapku, batinnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk berlari. Menjauh.
Kejar-kejaran pun terjadi-jadi seperti di film-film. Seperti pasukan NAZI mengejar orang-orang YAhudi.
Warjono berlari dengan sangat baik. Dengan gesit, dia meloncati pematang-pematang dan menerobos pohon-pohon ketela. Namun, bagaimanapun juga, Warjono tetaplah bocah. Tenaganya terbatas. Semakin lama, kecepatan larinya mengendur. Akhirnya, di sebuah bukit yang banyak pohon jati , Warjono tertangkap. Orang-orang itu segera mengeroyoknya. Menghajarnya beramai-ramai sampai lebam-lebam. Anak kecil itu tak berkutik.
“Kecil-kecil begini sudah maling! Mau jadi apa kamu ?!” umpat Pak Dukuh setelah beberapa kali melepaskan pukulan keras ke pelipis bocah malang itu.
“Kamu mencuri ayam-ayam jago saya ‘kan?”
Warjono tak menjawab. Bukan saja karena dia tak berminat menjawab , namun juga karena pukulan-pukulan padanya masih berlangsung hingga tak punya kesempatan utuk menjawab.
“Hayo kita bawa!” Orang-orang lantas mengelandang Warjono sesuka hati. Tak lebih baik dari menggelandang seekor ternak.
Tiba di rumah, Pak Dukuh segera berkhutbah. “Dengar ya kamu!” Kenakalanmu sudah kebangetan!”
Kejadian tak biasa itu memancing warga untuk melihat. Dari begitu banyak orang yang berkerumun di halaman rumah Pak Dukuh itu, ada Mbah Atmo juga Palupi.
“Kamu sekarang harus pergi dari……” Belum selesai Pak Dukuh dengan kalimatnyya, ada suara yang memotong secara tiba-tiba.
“Pak Dukuh, Pak Dukuh!” Mbah Atmo maju mendekati Pak Dukuh. “maaf, Pak Dukuh. Tolong Warjono diampuni,” mohonnya dengan posisi agak menyembah.
Pak Dukuh menarik napasnya dalam-dalam. Dalam perkara ini, dia dalama posisi sulit sebetulnya. Dilematis.
“Mbah Atmo, apa dikira saya ini tidak kasihan sama anak kecil seperti Warjono?” tanyanya retoris. “Saya itu sebenarnya juga ndak tegel,” sambungnya sambil menatap orang-orang yang hadir di halaman rumahnya. “Tapi mau bagaimana lagi? Warjono itu sudah kebangetan. Tidak bias diatur lagi!”
Sebagian besar warga mengganguk, membenarkan kata-kata Pak Dukuh. Bajingan kecil itu memang sudah terlampaui nakal.Beberapa dari mereka bahkan sudah merasakan pengalaman buruk dengan Warjono.
“Dulu, sewaktu mencuri cincin milik istri Pak Pawiro Kasan, kita mengampuninya, tapi dia tidak kapok. Dia malah kemudian mencuri tikar balai dusun sama uangnya Pak Kasmo. Kita ampuni lagi. Katanya kapok, tidak akan mengulangi lagi. Ehh tetap saja dia nyuri. Beberapa hari kemudian, di malah mencuri sepeda si Marjanah. Kami sudah kewalahan, Mbah Atmo,” kata Pak Dukuh.
“Betul, Mbah Atmo! Warjono itu sudah berkali-kali mencuri di dusun sebelah! Kita kan jadi malu ada warga yang jadi maling,” Jumino menyambung.
“Tapi,tapi, Pak Dukuh,
0/5000
Dari: -
Ke: -
Hasil (Inggris) 1: [Salinan]
Disalin!
"Where is she now, Mbah Atmo?" Tanya Pak Dukuh again."War ... Warjono nothing here now, Mr. Host. ""Heiss don't lie sampean lambreto added, Grandpa!""Saestu, Sir!""Every day he's playing here, right?""Correct, Sir Host. LHA wong she already didn't have a home. But really, at this time no Warjono. Longer possible main, "obviously, Mbah Atmo."If the main where Grandpa?" Mr. Dukuh continued probing. It seems she's very ambitious catch Warjono** Mr. Dukuh and some people was soon looking for a place to sit that is reasonably convenient to await the arrival of a young thief that. * the *"Usually, if not to the market, Yes to cempluk-cempluk."Pack the Dukuh feared citizens turn around. "Topo, Wiyono, same Jauri, search on cempluk Warjono. I and the others wait here! " the Pack command Dukuh. Mr. Dukuh and some people was soon looking for a place to sit that is reasonably convenient to await the arrival of a young thief was.It seems, that day Pak Dukuh fared well because not so long ago, there were Topo and Jauri screaming mentions the name Warjono. Apparently they have found Warjono."Sir Host! Mr. Dukuh! '' shouted them breathless."Ono opo? You guys really screaming so? " Tanya Pak Dukuh."Warjono, Pak Dukuh! Warjono! ""Warjono why?""We see Warjono'm in telaga!" report Topo."Exactly like you see Warjono telaga?" Tanya Pak Dukuh ensure News brought the two men."Correct, Sir Host. We saw it was fishing, "replied Jauri supports Topo."So be it, then. Pensioner sedulur, come on now we are into the pool! "Warjono middle fish oreochromis mossambicus and catfish in the puddle deket telaga. Not in the pool because there dilaran for fishing. Only a puddle in a Moor who got the fish supply from overflow water lake."It's her man Mr. Dukuh!" cried Topo pretentious WarjonoAfter making sure if young children who are engrossed fishing it is Pak, Dukuh Warjono immediately gave the order to capture him."Catch! Fast catch lad! "The men were soon chasing Warjono simultaneously. LAD terhenyak with the presence of the front side, five tens of metres from his seat. Find people who ran towards her toned, Warjono into panic. Those people will surely menangkapku, her inner. Finally, he decides to run. Stay away.Any such terjadi-jadi romp in the movies. As NAZI troops chasing the Jews.Warjono ran very well. With the agile, her skip dykes-dykes and break through the trees of cassava. Still, however, remains the Warjono boy. His energies are limited. The longer the flight, the speed of loosens. Finally, on a hill a lot of teak trees, Warjono caught. The men were immediately mengeroyoknya. Menghajarnya flock to hematoma-hematoma. The little boy is not real."This already small gunsmith! Do you want to be?! "umpat Pak Dukuh after some times release Wallop to that poor boy's eyebrow."You stole my Rooster-chicken ' right?"Warjono did not answer. Not only because he is not interested in answering, but also because the blow-by-blow of her still lasted until had no opportunity to respond."Hayo we carry!" People then mengelandang Warjono as you wish. It's no better than a vagrancy livestock.Arriving at the House, Mr. Dukuh soon preaching. "Hear ya!" Kenakalanmu already kebangetan! "Unusual events that provoke citizens to see. From so many people crowding on the home page, there is a Host of Pak Mbah Atmo also P."You now have to go from ... to ..." Unfinished Pack of Dukuh kalimatnyya, with a voice that cut unexpectedly."Sir Host, Mr. Host." Mbah Atmo forward approached Mr. Host. "sorry, Mr. Host. Please Warjono forgiven, "mohonnya with the position is rather worshiped.Mr. Dukuh pulls her breathing deeply. In this case, he's difficult position fields actually. Dilematis."Grandpa Atmo, what counted was not the same pity me this little boy like Warjono?" he asked rhetorically. "I was actually also ndak tegel," sambungnya while looking at ones that are present in his yard. "But wants how else? Kebangetan. it's been Warjono Unbiased arranged again! "Most of the residents of mengganguk, confirming the words Pak Dukuh. That little bastard has indeed exceeded naughty. Some of them even feel bad experience with Warjono."First, while stealing the ring belonging to the wife of Mr. Pawiro Kasan, we forgive him, but she was not kapok. Instead he then stole his money the same village hall mat Pack Kasmo. We forgive again. He said kapok, won't repeat again. He nonetheless nyuri ehh. A few days later, in fact steal a bicycle si Marjanah. We've been overwhelmed, Mbah Atmo, "said Mr. Host."Yes, Mbah Atmo! Many times it's been stealing Warjono in Hamlet next door! We will so ashamed there are citizens who so a skeleton, "Jumino connect."But, but, Mr. Dukuh,
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
 
Bahasa lainnya
Dukungan alat penerjemahan: Afrikans, Albania, Amhara, Arab, Armenia, Azerbaijan, Bahasa Indonesia, Basque, Belanda, Belarussia, Bengali, Bosnia, Bulgaria, Burma, Cebuano, Ceko, Chichewa, China, Cina Tradisional, Denmark, Deteksi bahasa, Esperanto, Estonia, Farsi, Finlandia, Frisia, Gaelig, Gaelik Skotlandia, Galisia, Georgia, Gujarati, Hausa, Hawaii, Hindi, Hmong, Ibrani, Igbo, Inggris, Islan, Italia, Jawa, Jepang, Jerman, Kannada, Katala, Kazak, Khmer, Kinyarwanda, Kirghiz, Klingon, Korea, Korsika, Kreol Haiti, Kroat, Kurdi, Laos, Latin, Latvia, Lituania, Luksemburg, Magyar, Makedonia, Malagasi, Malayalam, Malta, Maori, Marathi, Melayu, Mongol, Nepal, Norsk, Odia (Oriya), Pashto, Polandia, Portugis, Prancis, Punjabi, Rumania, Rusia, Samoa, Serb, Sesotho, Shona, Sindhi, Sinhala, Slovakia, Slovenia, Somali, Spanyol, Sunda, Swahili, Swensk, Tagalog, Tajik, Tamil, Tatar, Telugu, Thai, Turki, Turkmen, Ukraina, Urdu, Uyghur, Uzbek, Vietnam, Wales, Xhosa, Yiddi, Yoruba, Yunani, Zulu, Bahasa terjemahan.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: