Derita pahlawan devisa yang diperlakukan tak manusiawi oleh majikan di Arab Saudi, seperti tak berkesudahan. Satu lagi, TENAGA KERJA WANITA asal Purwakarta jadi korban kekejaman majikan di Riyadh, Arab Saudi. TENAGA KERJA WANITA bernasib nahas itu bernama Nurjamilah, 17 tahun. Ia dibuang di Saudi Arabia, majikannya juga memberi sesuatu obat sehingga tubuh jamilah terlihat lemah seperti kelaparan dan ‘disangka’ gila sehingga sempat di satukan dengan penderita gila di Rumah Sakit Jiwa selama beberapa hari.selain diperlakukan tidak manusiawi, hak- haknya sebagai TENAGA KERJA WANITA seperti gaji tidak diberikan majikannya selama satu tahun.
Nurjamilah diberangkatkan ke Saudi, TENAGA KERJA WANITA ini berusia 14 tahun. Di Riyadh, Nurjamilah bekerja sebagai Pembantu di rumah Badria dan Muhammad Naser Abdul Aziz bin Al Arifi.Disana, Nurjamilah diperlakukan kasar oleh majikan istri karena cemburu. Badria sempat memergoki beberapa kali suaminya akan meniduri Nurjamilah, hingga menyulut kemarahan Badria. Pada suatu hari, perempuan lugu tak mengenyam pendidikan di SMP dan SMA ini, diajak Badria berbelanja ke sebuah mall di Riyadh.
Setelah diajak berkeliling Mall, Badria mengelabui Nurjamilah dengan cara disuruh menunggu karena masih ada keperluan yang harus dibeli Badria. Rupanya itu tipu daya Badria membuang Nurjamilah. Badria tak lagi menemui Nurjamilah, hingga ia tersesat dan ditemukan polisi setempat lalu dimasukan ke Rumah Sakit Jiwa Riyadh. Dua bulan ia dirawat di Rumah Sakit Jiwa Riyadh.
Polisi setempat kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab hingga akhirnya bisa pulang ke kerumahnya di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Purwakarta, pada bulan Mei 2011 lalu. Setibanya di tanah air, Nurjamilah yang disangka gila itu kembali dimasukan ke Rumah Sakit Jiwa di Grogol, Jakarta. Kondisi itu lebih membuat korban terkejut hingga sempat mengalami lumpuh.
Dua bulan di rumah, kelumpuhan yang sempat dialami Nurjamilah akhirnya dapat disembuhkan. Kelumpuhannya itu diduga overdosis obat. Nurjamilah, berharap, hak- haknya seperti gaji satu tahun yang belum diberikan majikan segera dapat ia nikmati. Pemerintah semoga dapat memperjuangkan hak saya yang terampas.