Giska hanya diam seribu bahasa, tidak bisa berkata meskipun hanya sepatah. Gadis akhirnya pergi bersama Rista.
Gadis : Wah... kamu berani juga ya sama orang tua...
Rista : Orang kayak Giska itu harus dilawan. Diam itu emas Dis, tapi mengatakan kebenaran adalah intan permata. Gak akan sadar orang kalau kita cuma menunggu dan diam saja...
Sinta mengangguk setuju dengan pendapat Rista barusan. Selang sehari setelahnya, Gadis kini sudah bekerja di resto besar. Membuatnya merasa bersyukur. Ia berharap rezeki yang didapatkan akan lebih baik, dan memberikan bantuan kepada ibunya di rumah. Agar tidak lagi bersusah dan bersedih.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
