Penelitian ini berdasarkan pada teori bahwa pembiasaan hafalan itu akan menetap dalam ingatan siswa, sehingga pada saat dibutuhkan maka dapat dipanggil kembali (recall). Pada akhirnya siswa dapat mengisi tes dengan benar pada saat ulangan (ujian) al-Qur’an hadits dilaksanakan, dan siswa dapat dipastikan akan memperoleh nilai yang baik.