B. Pengaruh Musik Religi dalam Mengurangi Kecemasan Penderita Kanker
Musik sangat berpengaruh dalam kehidupan apalagi selain dapat didengarkan, dimainkan, dan dipentaskan juga dapat dipelajari secara ilmiah. Phytagoras, pada abad-6 SM telah mengupas suatu gejala dalam musik. Yakni, bila seutas tali direnggangkan lima puluh persen akan menyebabkan nada yang dihasilkan menjadi satu oktaf lebih tinggi (Djohan, 2009:164).
Selain itu, ditemukan pula, musik dapat menimbulkan dampak perilaku yang aneh bagi pemain musik. Penelitian yang dilakukan terhadap 208 musisi professional pada tiga buah orkestra menunjukkan bahwa musik-musik modern memiliki pengaruh buruk atas kesehatan pemain. Eksperimen dilakukan pada orkestra pertama yang memainkan musik-musik modern, orkestra kedua memainkan musik kombinasi, dan orkestra ketiga memainkan musik klasik.Ternyata musisi pada orkestra klasik lebih sehat dibanding dengan lainnya. Para musisi orkestra modern umumnya sering dilanda rasa gelisah, mudah marah, agresif, sulit tidur, sakit kepala, dan sering murung. Gejala sindrom tersebut muncul karena musisi yang memainkan musik modern secara psikologis mengalami konflik. Penyebabnya adalah dalam kesehariannya para musisi berperilaku musisi konvensional sesuai pakem
yang pernah dipelajari bertahun-tahun dan telah mengkristal dalam kognisi dan emosi. Sehingga mereka tidak familiar dengan nada-nada janggal yang harus didengar dan dimainkan dalam karya musik modern.
Dalam mitologi Yunani kuno dipercaya bahwa dewa Apollo selain dewa musik juga dewa pengobatan yang mengatakan, “ Musik adalah seni yang dikaruniai kekuatan untuk menembus ke kedalaman jiwa”. Salah satu alasan musik dalam kegiatan terapiutik adalah sebagai audioanalgesik atau penenang yang dapat menimbulkan pengaruh biomedis positif. Manfaat terapi musik bagi orang dewasa adalah bagi mereka yang mengalami gangguan mental, gangguan neurologis, masalah penyimpangan, klien sakit akut atau kronis, dan pasien yang terisolisir dalam lembaga rehabilitasi. (Djohan, 2009 : 248).
Pendekatan religious spiritual dalam psikoterapi di sisi lain telah terbukti banyak memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan fisik individu (Rihards & Bergin, 2005). Aplikasi intervensi spiritual dalam praktek klinis juga telah menyumbangkan pengaruh positif bagi para klien (Cole & Pargament dalam Richards & Bergin, 2005).
Penelitian ini selain menggunakan ritme atau ketukan pada lagu, juga menggunakan lirik lagu sehingga perlu kemampuan untuk menyimak lirik lagu. Menyimak merupakan kegiatan mental yang lebih aktif daripada mendengar. Dalam menyimak terdapat proses mental mulai dari proses mengidentifikasi bunyi, prose menyusunan pemahamaan dan penafsiran, proses penggunaan hasil pemahaman sampai penafsiran. (Ridwan, 2010)
Proses mengidentifikasian bunyi merupakan suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak memerhatikan makna bunyi tersebut. Dalam proses ini barulah pada fase-fase mendengar. Proses penyusunan pemahaman dan penafsiran menunjuk kepada cara pendengar menyusun suatu penafsiran sebuah kalimat dari si pembicara, mulai dari identifikasi bentuk-bentuk
bunyi sampai kepada pembentukan sebuah penafsiran yang sama dengan yang dimaksudkan oleh si pembicara tadi. Proses penggunaan menunjuk kepada upaya pendengar untuk menggunakan hasil penafsiran untuk tujuan selanjutnya, misalnya, mengakomodasi informasi, menjawab pertanyaan, menurut perintah, dan menanamkan harapan.
C. Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
Ada pengaruh yang signifikan musik religi terhadap penurunan kecemasan penderita kanker.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
